-
Jaya :
*ceritanya lagi jalan ke depan FHUI mau nyari makan malem sama Anto*
-
Anto :
makan dimana ya?
-
Jaya:
seterah lu. bosen gua tooooo.
-
Anto:
bosen bosen, tuh kolam ikan depan mata
-
Jaya :
he?
-
Anto :
nyebur sana ke kolam biar diliatin orang terus ga bosen lagi...............
sis Katy pake baju macan dangdut gini aja tetep cakep ya sis :’)
(Source: iheartkatyperry)
1,039 notes
-
Jaya :
Ros gosipnya ntar Radiohead mau kemari?
-
Rossa :
he iya? yang gue denger si Weezer sama Blur buat festival anu ntar.
-
Jaya :
hem, tapi ya gue lebih pilih Radiohead
-
Rossa :
kalo gue lebih pilih kabur ke Spore ngejar ONE DIRECTION
-
Jaya :
PLEASE IKUT ROSSSSS
kalut level maksimal ini. antara berangkat atau engga.
ayahku bilang tidak. predictable sih, since dia super aware mengenai dunia dalam berita. “nanti kalau……….. nanti kalau…………… nanti kalau…………….” parents. will always be parents.
tiket pesawat PP dan akomodasi sudah disediakan. salary yang dijanjikan juga lumayan. tapi pengecualian kalo dalam keadaan konflik entah apa yang akan terjadi; ditambah fakta bahwa disana belum ada KBRI ataupun kantor perwakilan diplomatik Indonesia lainnya, jadi gimana-gimana evakuasinya ntar juga belom jelas :’)
kalo mentok kejebak macem di film Hotel Rwanda gimana toh?
tapi jauh di lubuk hati, rasa takut dengan rasa excited yang ada sungguh sebanding.
sudahlah Maryam, kerjakan dulu itu skripsi. selesai. sidang. wisuda. baru boleh pikir-pikir mengenai hal lainnya.
1 note
sebentar lagi bulan Juni tiba. deadline baby S, konser Jason Mraz, setaunan perpisahan MS Babuk, dan penghujung quarter 4 kepengurusan di AIESEC. it means no more jemput-jemput EP di airport, no more ribet nyari hostfam, no more bolak balik kantor imigrasi biar EP ga dideportasi, no more nemenin EP main-main keliling Indonesia (yakali), no more nerima email isi pertanyaan aneh-aneh yang sebenernya kalo digoogle juga keluar jawabannya.
flashback ke quarter 1 yang dimulai Juni tahun lalu. ketika banyak-banyaknya EP dateng. segila itu loh kegilaan nanganin mereka mereka orang. Green Canyon trip yang paling maksimal sih. highlight of my life. teriakan ala ibu ibu Padang dari Shinta, si OCP yang udah depresi nanganin ‘adek’ nya yang hobi nano nano sama bule mana aja. insiden PDA berlebihan dari si gadis negara bola dengan pria jidat lebar, yang bikin satu bis kuning mendelik ke arah rombongan kami orang. pemberontakan masal oleh geng kismin dari negara di tengah tengah Eropa itu. bau keti dari bang Martin si mafia yang ga pernah mandi.. it was all just the beginning, sampe akhirnya tiba ke quarter 2 ketika Cesco dan kawan kawan tiba. masih ada drama bentak-membentak, yang ini lebih gila satu pria native English speaker yang kalo mencaci maki orang ibarat Eminem lagi ngerap. gakuat bro sis. drama Tanjung Lesung dan udahannya yang bikin jantung ketar ketir gara-gara malaria keparat. drama kosan Cawang 2 juta sebulan lol. rumah dedek Dhika sebagai tempat pelarian. tragedi Bali dan love is in the air-nya si gadis Gaza dengan pria negara domba yang bikin Cesco berurai air mata kekecewaan *pukpuk peyuk*. too much drama (or too much fun, mengutip perkataan Damon dan Silvia).
i am so gonna miss that job. siapapun manager QnS berikutnya, i wish you tons of luck :) enjoy it bro/sis. xoxo
"ini ga pake intermezo apa sih film-nya? *sambil nutup mata* joget dulu kek bentar, ada Briptu Norman kek dateng…"
Marry, 21 tahun, komentar di tengah-tengah pemutaran film The Raid
"siapa yg bawa sik? buset sering juga ya dese ke sini sekalian aje nge-kos di Haji Ngawi."
Rossa, 21 tahun, komentar akan kedatangan Jason Mraz ke Indonesia untuk ke-3 kalinya.
sudah beberapa hari ini pola tidurku jadi terbalik-balik. go to sleep at 6am, wake up at 1pm. tanya kenapa? mungkin karena inspirasi untuk mengetik si baby S baru muncul di kala tengah malam, ketika timeline twitter mulai sepi dari kicauan sehingga distraction yang disebabkan dari notifikasi Echofon mulai berkurang.
well the point is, ketika berusaha untuk tertidur dengan pola normal, sebelum terbawa ke alam mimpi biasanya butuh waktu kan? nah di saat itu, i usually lie in bed and reminiscing about what i’ve done and what i have to do the day after……… and it comes back to the one and only thing that haunts me every single sec of my life; baby S.
jadi gimana bisa tidur normal sih, kalo setiap mau merem selalu dibayang-bayangi baby S. well then if you cant sleep, then get up and do something instead of lying there worrying. its the worry that gets you, not the lack of sleep.
suka kesel ga kalo di kepala udah ada sesuatu yg precisely tau bentuk dan namanya seperti apa tapi ttp gabisa terucap dari mulut dengan sempurna?
me: eh whats that famous brand again? for headphone. sync something something.
him: dunnoooo (males nanggepin)
me: geeeeez its in my head already (mulai penasaran. itu headphone udah bebayang di kepala)
me: sync something, im pretty sure it starts with an s
him: sonic has some good
me: naaah not that one. doesnt ring a bell
me: snizer? syncthizer? schindler?
(masih ngotot saking penasarannya)
me: SENNHEISER. OMG YES THATS IT
him: yes i def see the word sync in that……… (kesel)
malu kan jadinya. udah ngotot, tapi ternyata otak dan mulut tidak berjalan dengan sinkron. khkhkh. that’s how life works to me anyway.
"one day universities will all be closed. i still hope."

I’ve been thinkin a lot about my future recently. Will I finish this thesis on time. What will I do after graduation? How will I tell my dad that I wanna live under his control no more?
My mind contains too many thoughts.
For some reasons, i don’t wanna get into a law firm, workin there as a paralegal doing some case full of law shit. That’s just………..not for me.
But I don’t wanna be a jobless either.
I’ll probably just skip a year; giving myself a break, backpacking around Eurasia, working as a nanny or waitress, then (never) comin back here. Lets just see where the faith will take me.
derita setiap mahasiswa tingkat akhir, yang diwajibkan untuk menulis si-anu-yang-depannya-huruf-S itu sebagai tugas akhir syarat kelulusan dalam mendapatkan gelar sarjana.
deg-degan, tidur susah, mau ngetik pun males, apalagi kalo dijambuin sama pembimbing. terkait dengan topik penulisan si baby S punyaku, terima kasih kepada Archil & Sergey sebagai narasumber asli yang banyak membantu dalam masalah terjemah-terjemahan jurnal dari bahasa Georgia maupun Rusia yang alfabetnya sama-sama bikin mata juling.
efek samping dari penulisan skripsi ini adalah makin galau pengen ke Moskow & SPB serta Tbilisi dan Tskhinvali. semoga suatu waktu nanti ketika gelar S.H. sudah disandang, dapat menemukan jalan untuk mengunjungi ke-4 kota tersebut.
1 note
tepat sekitar jam 8 pagi, bus ugal-ugalan yang membawa kuartet Jaya, Ayas, Aje, dan Anggun pun tiba di Hat Yai, kota persinggahan yg terletak di dataran Thai bagian selatan. sempet watir dengan rusuh-rusuhan terkait kelompok radikal yg berdomisili di daerah deket-deket situ, tapi puji Tuhan alhamdulilah semuanya aman lancar. karena perut lapar dan dijambuin oleh mbak-mbak travel, akhirnya kami memutuskan untuk ngaso dulu di McD sembari tanya kanan kiri mana tau ada backpacker lain yang mau jebe sebelum melanjutkan 9 jam perjalanan menuju Phuket. pantat mayan pegel juga sih kebanyakan duduk di bus.
ini potret Ayas & Aje, di dalam alat transportasi entah apa namanya, yg kadang suka saru terlihat seperti gadis lokal atau bahkan TKI kabur -_-
di terminal bus Hat Yai yang serupa tapi tak sama dengan terminal Pulo Gadung, kami ternyata masih harus nunggu beberapa jam lagi sampai bus-nya berangkat ke Phuket. demi memanfaatkan colokan gratis di terminal, Anggun dan Jaya pun membabi buta numpang ngecharge segala gadget yg ada. watir mati bosen di dalam bus ntar. ketika akhirnya bus dateng, double decker warna warni ada gambar bunga lotusnya, kami pun nyengir girang. horeeee. tapi setelah berjam-jam, cengiran pun mulai hilang. mati gaya broh. mau ngobrol sama orang lokal juga bingung, bisanya cuma pu tai ma dai ka how are you sawadeka kap kun ka~
menjelang magrib double decker gambar lotus ini tiba di terminal Phuket Town. hari gelap. sopir tuk-tuk busuk mulai matok harga ga kira-kira untuk membawa kami ke Patong. maen tawar-tawaran harga dengan bahasa Thailand ala kadarnya campur bahasa tubuh, mayan mencolok perhatian beberapa backpacker lain hingga seorang pria botak dari Egypt pun ikutan nawar. ga lama kemudian dateng backpacker dari Jerman asli Turki yg bernama Tansu serta temennya si Latin palsu. dateng lagi 2 brondong Kanada mirip Damon yang kalo ngomong minta ditonjok saking slengeannya.
makin rame makin murah, instead of tuk-tuk, kami ber9 pun sepakat untuk naek truk -_-
berpacu dengan angin malem, kami pun berangkat ke Patong, kawasan termashyur sejagat Phuket ibaratnya Kuta di Bali.
Mannekin Piss in Brussels.
lucu yak, dedeknya nakal pipis sembarangan. yg lebih lucu lagi, patung ‘begini doang’ bisa jadi major tourist attraction in a very overrated city.
p.s. masih ga percaya gue bisa-bisanya skip konser Arctic Monkeys demi liat patung dedek pipis sembarangan………….oh well.